Pemprov Jateng Tingkatkan Koordinasi Cegah Penularan COVID-19

Berbagi berita ...

SEMARANG, Cakram.net –  Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen meminta pemerintah kabupaten dan kota untuk giat berkoordinasi dengan Pemprov Jateng, guna pengoptimalan program Jogo Tonggo dan operasi gabungan antara TNI, Polri, Satpol PP, dan masyarakat untuk terus menyosialisasikan pencegahan COVID-19.

“Kami menyampaikan terimakasih kepada semua pihak dan masyarakat yang ikut terlibat dalam pencegahan penularan COVID-19, termasuk para bupati dan wali kota yang semangat berkeliling melakukan kampanye untuk mendisiplinkan penerapan protokol kesehatan,” ujarnya, dilansir dari laman Humas Jateng, Rabu (30/12/2020).

Wagub menjelaskan, hingga saat ini tidak ada kejadian menonjol terkait virus Corona di Jawa Tengah termasuk para pelaku perjalanan yang menuju Jawa Tengah. Baik di bandara, pelabuhan, terminal maupun stasiun kereta api tidak terjadi lonjakan penumpang.

“Pemerintah Jawa Tengah juga mengapresiasi beberapa kabupaten yang pada liburan Natal dan Tahun Baru 2021 telah menutup tempat-tempat wisata, sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19. Diantaranya Rembang, Kudus, Jepara, Wonigiri, dan Pemalang,” katanya.

Ia mengimbau untuk merayakan malam tahun baru di rumah masing-masing dan memanfaatkan fasilitas teknologi yang mempermudah dalam hal berkomunikasi dan menikmati menu restoran favorit keluarga tanpa harus keluar rumah atau berkerumun di luar.

“Manfaatkan fasilitas teknologi, ingin menikmati menu di restoran favorit cukup dengan memesan melalui aplikasi online, makanan istimewa sudah bisa dinikmati bersama keluarga di rumah,” pintanya.

Menurutnya, kebijakan larangan kegiatan masyarakat merayakan malam tahun baru serta pembatasan warga masuk Jawa Tengah, berdampak terhadap sejumlah sektor ekonomi. Antara lain berimbas pada para pelaku wisata serta tingkat hunian hotel yang merosot tajam.

“Disini kita perlu menjelaskan kepada para pelaku wisata dan perhotelan, bahwa kerugian akibat minimnya pengunjung hotel maupun tempat wisata tidak seberat kerugian yang harus ditanggung untuk penanggulangan dan dampak panjang COVID-19,'” bebernya. (Cakram)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *