SALATIGA, Cakram.net – Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dan PT Hitachi High Tech Indonesia mempererat jalinan kerja sama melalui implementation agreement yang secara resmi ditandatangani oleh kedua belah pihak, Kamis (17/12/2020), di Balairung Universitas.
Pembantu Rektor V UKSW Bidang Penelitian dan Pengendalian Masyarakat Dr Suryasatriya Trihandaru M.Sc.nat, serta President Director PT Hitachi Teruhiko Murakami mewakili penandatanganan implementation agreement sebagai turunan dari MoU yang telah disepakati pada Oktober 2019 lalu.
“Implementation agreement ini merupakan bentuk dukungan Hitachi High Tech Indonesia yang memfasilitasi pengadaaan peralatan mesin guna mendukung peneliti UKSW untuk menghasilkan pre-protoype biopolymer. Tiga buah peralatan yang disediakan terdiri refluks, soxhlet dan dush collector,” kata Suryasatria dalam rilis, Kamis (17/12/2020).
Menurut dia, mesin-mesin itu diijinkan digunakan peneliti UKSW dalam melakukan scale up produksi pre-protoype produk biopolymer dari Singkong dan optimasi pembuatan pre-prototype rumput laut di bawah koordinasi Pembantu Rektor V UKSW.
“Mesin ditempatkan di UKSW untuk dimaksimalkan pemanfaatannya, namun status kepemilikan tetap oleh PT Hitachi Hih Tech Indonesia. Adanya peralatan ini diharapkan penelitian biopolymer di UKSW dapat lebih berkembang dan mencapai hilirisasi hasil produk inovasi,” ujar Suryasatriya.
Suryasatria menjelaskan, saat ini ada dua penelitian yang didukung perusahan itu, yakni cassava eco bag material oleh Yohanes Martono, Deddy Susilo dan Slamet Widodo, serta penelitian mengenai biopolymer from sea weed yang dilakukan oleh Anggara Mahardika dan November R. Aminu.
Suryasatriya menambahkan kerjasama ini difasilitasi alumni Prodi Kimia Fakultas Sains dan Matematika (FSM) UKSW angkatan 1999, Allen Frans Ratuwalangon yang kini menjabat sebagai Deputy Manager di PT Hitachi High Tech Indonesia. Kerjasama ini sekaligus menjadi wujud kontribusi nyata alumni untuk pengembangan almamaternya.
Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara memberikan apresiasi atas implementasi dari perjanjian yang telah disepakati sejak Oktober 2019. Hadirnya mesin tersebut menjadi pintu pembuka untuk mengembangkan kerja sama pada berbagai aspek dengan sumber daya yang dimiliki kedua belah pihak.
“Kami berharap kolaborasi ini membawa stimulasi inovasi pada produk-produk penelitian oleh para peneliti UKSW. Kami berharap dapat melakukan inovasi lebih banyak dan lebih baik sebagai hasil dari kerja sama serta memberikan manfaat bagi dua pihak serta stakeholder dan kemanusiaan,” tegasnya.
Sementara itu, Teruhiko Murakami mengajak para peneliti UKSW menemukan formula untuk memproduksi masal dan melakukan hilirisasi penelitian dari produk ramah lingkungan ini.
“Saya percaya penelitian ini akan menjadi solusi untuk mengurangi dan mencegah kerusakan lingkungan tidak hanya di Indonesia tapi juga di dunia. Proyek ini memang baru dimulai tapi kami percaya kita dapat menjalankannya dengan dukungan UKSW,” imbuhnya. (rls)
