Wali Kota Salatiga Resmikan SRC Dan Galeri Inovasi Pendidikan

SALATIGA, Cakram.net – Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengajak orang tua siswa agar tidak malu apabila memiliki Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Anak berkebutuhan khusus harus menikmati pendidikan yang layak tanpa diskriminasi.

Hal itu disampaikan Yuliyanto saat meresmikan Unit Layanan Disabilitas Bidang Pendidikan Inklusif dalam Smart Resources Center (SRC) dan Galeri Inovasi Pendidikan Kota Salatiga di gedung eks UPT Sidomukti Jalan Stadion Kelurahan Kalicacing, Kota Salatiga, Selasa (29/12/2020).

Yuliyanto mengatakan, Pemkot Salatiga melalui Dinas Pendidikan Kota Salatiga secara regulasi telah mengatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Salatiga mengenai pendidikan  anak-anak  berkebutuhan khusus. Dinas Pendidikan Kota Salatiga juga sudah banyak melakukan kegiatan bagi anak berkebutuhan khusus.

“Yang perlu didorong sekarang adalah kesadaran orang tua siswa, orang tua jangan merasa malu. Kita harus memberikan bimbingan dan dorongan  kepada anak agar bisa berkreasi dan menikmati  pendidikan dengan baik,” tandasnya.

Yuliyanto mengharapkan, keberadaan Smart Resources Center  dapat menampung anak didik yang kebutuhan khusus. Sehingga mereka bisa belajar dan menerima layanan pendidikan di SRC.

“Ini merupakan bagian dari pembangunan manusia di bidang pendidikan bagi semua siswa,” katanya.

Yuliyanto mendorong sekolah melakukan inovasi dan terobosan baru, baik dari pelajar maupun guru SD dan SMP agar bisa dikembangkan dan dipamerkan di galeri inovasi pendidikan.

“Ayo sekolah berlomba membuat inovasi dan terobosan baru dan hasilnya akan ditayangkan di sini. Sehingga murid dan guru akan melihat hasil karyanya secara langsung di sini,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga Yuni Ambarwati menjelaskan pembangunan fisik selama masa pandemi COVID-19 terus dilakukan oleh Dinas Pendidikan. Hal itu untuk meningkatkan layanan pendidikan yang ada di Kota Salatiga.

“Alhamdulillah pembangunan fisik sudah mencapai 94 persen. Kita juga melakukan screening anak-anak berkebutuhan khusus di dua SD dan lima SMP, dan assessment terhadap anak-anak yang diduga berkebutuhan khusus sebanyak 372 siswa dengan memberikan layanan konseling,” jelasnya. (rls)

Bagikan:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *