Pelantikan Bupati Terpilih Ditunda, Pj Sekda Ditunjuk Jadi Plh Bupati Semarang

Berbagi berita ...

UNGARAN, Cakram.net – Masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Semarang periode 2016-2021, Mundjirin ES dan Ngesti Nugraha telah berakhir hari ini, namun pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Semarang terpilih hasil Pilkada Serentak 2020 yang rencananya dilakukan Rabu (17/2/2021), ditunda. Sehubungan itu, Penjabat Sekda Kabupaten Semarang Suko Mardiono ditunjuk sebagai Pelaksana Harian (Plh) Bupati Semarang agar tidak kekosongan kepala daerah.

Sebelum menjadi Plh Bupati Semarang, Suko Mardiono yang menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur Jawa Tengah Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, ditunjuk Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sebagai Penjabat (Pj) Sekda Kabupaten Semarang sejak 10 Desember 2020.

“Ini merupakan dinamika kepemimpinan di daerah. Ada tiga daerah penyelenggara Pilkada Serentak 2020 di Jawa tengah yang Plh Bupatinya dijabat oleh Pj Sekda karena pejabat Sekdanya kosong,” ungkap Suko Mardiono usai mengikuti acara Serah Terima Jabatan Bupati Semarang di Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran, Rabu (17/2/2021).

Adapun tiga daerah itu adalah Kabupaten Semarang, Sukoharjo dan Kabupaten Rembang. Sedangkan Plh kepala daerah lainnya diisi oleh Sekda definitif masing-masing.

Kata Suko, regulasi terkadang memang tidak bisa melihat dinamika di daerah. Sehingga memungkinkan adanya dobel jabatan, seperti Pj Sekda sekaligus Plh Bupati.

“Prinsipnya selama delapan hari sampai pelantikan kepala daerah definitif, roda pemerintahan di kabupaten Semarang tetap berjalan tanpa ada kekosongan kepala daerah, walaupun Plh bupati memiliki kewenangan terbatas,” katanya.

Berdasarkan surat Kemendagri, lanjut Suko, pelantikan kepala daerah terpilih hasil Pilkada Serentak 2020 di Kabupaten Semarang akan dilaksanakan pada 26 Februari 2021 secara virtual.

Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening mengatakan sesuai rapat virtual dengan Kemendagri disampaikan pelantikan Bupati Semarang terpilih akan dilaksanakan 26 Februari 2021 secara virtual. Namun pihaknya masih menunggu kepastian kemungkinan adanya perubahan jadwal pelantikan tersebut.

Disinggung pengisian Plh Bupati Semarang yang merangkap beberapa jabatan, Bondan menyatakan hal itu sesuatu yang baru terjadi di Kabupaten Semarang.

“Baru kali ini, seorang Pj Sekda sekaligus menerima amanah sebagai Plh Bupati Semarang untuk mengisi kekosongan pimpinan daerah selama delapan hari, dari tanggal 17-26 Februari 2021. Kendati hanya delapan hari, kami berharap hal itu tidak menghambat kinerja pemerintahan di Kabupaten  Semarang dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tandasnya.

Yang dikhawatirkan, lanjut Bondan, ketika kepala daerah dijabat oleh Plh terjadi kondisi darurat yang memang butuh kebijakan strategis kepala daerah mengingat kewenangan Plh terbatas. Namun ia meyakini bila hal itu terjadi pasti ada petunjuk dari Pemerintah Pusat ataupun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Harapan kami selama delapan hari ke depan semuanya normal tanpa ada hal-hal yang membuat keputusan daerah terhambat, karena sementara waktu Bupati Semarang dijabat pelaksana harian,” katanya. (dhi)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *