Cuaca Ekstrem Picu Kenaikan Harga Cabe

Berbagi berita ...

MAGELANG, Cakram.net – Para petani cabe di lereng barat Gunung Merapi tengah bersemangat melakukan panen raya. Pasalnya harga jual cabe saat ini cenderung tinggi hingga Rp90.000 per kg.

Petani sekaligus pengepul cabe di Desa Banyubiru Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, Wintoro mengatakan kenaikan harga tertinggi terjadi pada cabe jenis rawit.

Bahkan, dalam transaksi tingkat pedagang di Pasar Muntilan harga cabe rawit pada pekan pertama Maret 2021 mencapai Rp100 ribu lebih per kilogramnya.

“Harga cabe rawit di tingkat petani antara Rp95.000/kg. Saat ini, cabe keriting merah Rp37.000/kg,” kata Wintoro, dilansir dari laman Pemkab Magelang, Jumat (5/3/2021).

Kenaikan harga ini, menurut Wintoro terjadi dalam satu pekan terakhir. Semula jenis cabe rawit tertinggi di pasaran Rp80.000/kg. Sedangkan harga cabe keriting pada pekan sebelumnya hanya berkisar Rp25.000/ kg.

Dia menceritakan, kenaikan harga cabe itu menjadi berkah tersendiri bagi para petani. Semakin tinggi harganya maka petani mendapat untung besar. Bahkan jika melihat potensi cuaca saat ini, Wintoro yang telah puluhan tahun menekuni pertanian cabe optimis, harga cabe akan semakin tinggi dan berlangsung lama.

Ia juga memastikan, pasokan panen cabe di wilayah Desa Banyubiru hingga kini relatif aman untuk pasar lokal maupun luar kota.

“Biasa kita kirim minimal 1 ton cabe ke Jakarta dan Sumatera,” ujarnya.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Ade Sri Kuncoro mengungkapkan tingginya harga cabe saat ini tak lepas dari pengaruh cuaca ekstrem yakni curah hujan tinggi. Kondisi itu memicu tumbuh hama jamur pathek, busuk batang dan busuk buah yang membuat produktivitas terganggu.

“Kaitan cabe memang saat ini sedang naik dikarenakan faktor cuaca. Sehingga banyak penyakit jamur yang mempengaruhi produksi,” ungkap Ade.

Serangan hama akibat cuaca sulit diantisipasi. Hanya saja agar tidak mengalami gagal panen disarankan para petani untuk lebih cermat memilih tanaman yang sesuai musimnya.

Meski demikian, dikatakan Ade, hukum pasar berlaku dalam dunia pertanian, dimana jika barang melimpah maka harga cenderung rendah. Demikian pula sebaliknya jika barang langka maka harga di pasaran cenderung tinggi.

“Produksi kurang, permintaan naik, hargapun menjadi tinggi,” tegasnya.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, potensi tanaman cabe tersebar di daerah lereng-lereng gunung seperti Andong, Merapi, Merbabu dan Sumbing. (Cakram)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *