Coffee Camp di Kampung Kopi Banaran, Sensasi Menginap di Tenda Sambil Nikmati Keindahan Alam

Berbagi berita ...

UNGARAN, Cakram.net – Kampung Kopi Banaran yang berada di Jalan Raya Bawen-Solo KM 1,5 Bawen, Kabupaten Semarang, mulai berbenah untuk lebih menarik minat masyarakat datang berkunjung menikmati keindahan alam. Salah satunya menyiapkan fasilitas coffee camp di area kebun kopi dengan suguhan pemandangan pegunungan dan Danau Rawapening.

Lokasi coffee camp di perbukitan areal perkebunan milik PTPN IX ini menghadap ke Danau Rawapening. Tidak hanya itu, pengunjung yang menginap di coffee camp juga bisa menikmati pemandangan pegunungan dari kejauhan.

Sesuai namanya, di coffee camp telah disiapkan tenda untuk para pengunjung. Namun tenda itu tidak seperti tenda pada umumnya. Sebab, di dalam tenda terdapat fasilitas tempat tidur berupa spring bed sehingga pengunjung akan merasa nyaman ketika beristirahat.

Di dalam tenda juga disediakan lemari dan meja kecil lengkap dengan tempat duduk. Konsep coffee camp layaknya sebuah kamar hotel. Namun ada sensasi yang didapat oleh pengunjung, yakni menginap di tenda di area kebun kopi sambil menikmati keindahan alam.

“Coffee camp ini sasarannya adalah pengunjung yang memiliki jiwa adventure, kalau dalam bahasa travelling ada yang koper dan backpacker. Kalau yang koper milihnya lebih di resort, sedangkan yang lebih suka adventure kita arahkan di coffee camp. Mulai hari ini coffee camp dibuka untuk masyarakat umum,” ungkap GM Kampung Kopi Banaran, Frina Bonita di Banaran Sky View area Kampung Kopi Banaran, Kamis (1/4/2021).

Frina menyebutkan, ada 14 tenda yang ditawarkan kepada pengunjung coffee camp. Selain tenda untuk couple atau dua orang, ada juga tenda grup yang bisa diisi tiga orang dan bisa ditambah ekstra bed.

“Satu tenda untuk dua orang dengan harga Rp700 ribu per malam, sedangkan yang grup bisa diisi 3 orang harga sewanya Rp850 ribu per malam sudah termasuk breakfast (sarapan) di Banaran Sky View. Untuk tenda grup bisa minta tambahan tempat tidur dengan harga Rp150 ribu,” jelas Frina.

Pengunjung coffee camp di Kampung Kopi Banaran disediakan tempat tidur di dalam tenda yang nyaman untuk beristirahat. Foto: Cakram.net

Menurut Frina, potensi pecinta travelling berjiwa adventure cukup besar. Kampung Kopi Banaran memiliki pemandangan alam yang luar biasa bagus untuk memenuhi jiwa para adventure.

“View coffee camp langsung ke Rawapening dan Gunung Telomoyo. Ke depan kita akan buatkan paket perjalan, sehingga yang suka naik gunung bisa bermalam menginap di coffee camp, makan di banaran sky view dan kita antarkan ke Gunung Ungaran, Telomoyo atau Merbabu,” ujarnya.

Frina mengaku ingin menjadi Kampung Kopi Banaran yang terdapat fasiltias coffee camp dan sky view sebagai titik kumpul atau tempat kopi darat dari berbagai komunitas. Misalnya pecinta naik gunung ke coffee camp, pesepeda atau komunitas lari ke jogging trek, dan sky view bagi pecinta kopi.

“Harapan kita seperti itu, Kampung Kopi Banaran menjadi basecamp para komunitas. Saat ini kita sedang merevitalisasi sky view yang menjadi salah satu favorit di Kampung Kopi Banaran. Selain perluasan resto, akan dibangun eksekutif lounge,” imbuhnya. (dhi)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *