200 Pemudik Masuk Kabupaten Semarang, Hasil Skrining Negatif Covid-19

UNGARAN, Cakram.net – Polres Semarang mencatat sudah ada 200 pemudik yang masuk Kabupaten Semarang. Selain pendataan, hasil skrining dengan rapid antigen yang dilakukan Satgas Covid-19 tingkat desa maupun kecamatan belum ditemukan pemudik terkonfirmasi positif Covid-19.

Kapolres Semarang, AKBP Ari Wibowo mengatakan kepolisian bersama TNI dan pemerintah daerah telah memperkuat posko PPKM (pemberlakukan pembatan kegiatan masyarakat) berbasis Mikro di tingkat kecamatan hingga desa/kelurahan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 terkait aktivitas mudik lebaran. Posko PPKM Mikro di tingkat desa maupun Satgas Jogo Tonggo di tiap desa/kelurahan telah melakukan pendataan terhadap para pemudik dari luar daerah yang datang di wilayah Kabupaten Semarang.

“Data tersebut digunakan oleh Satgas Covid-19 di tingkat desa untuk melakukan skrining bersama dengan Satgas Covid-19 tingkat Kecamatan. Sejak 13 April sampai kemarin tercatat sudah ada 200 orang yang melakukan mudik awal dengan tujuan Kabupaten Semarang,” jelasnya usai apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2021 di Alun-alun Bung Karno Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (5/5/2021).

Menurut Kapolres, para pemudik tersebut sudah menjalani skrining sebagai upaya deteksi dini dan kewaspadaan adanya potensi penyebaran Covid-19.

“Alhamdulillah sejauh ini para pemudik belum ada yang terdeteksi positif Covid-19. Meski belum ditemukan pemudik positif Covid-19 tetap tidak boleh membuat siapapun lengah,” tegasnya.

Kapolres menjelaskan, keberadaan Posko PPKM Mikro maupun Satgas Jogo Tonggo akan terus diperkuat sampai pemberlakuan larangan mudik lebaran berlaku efektif. Hal ini sebagai upaya meminimalisir risiko muncul klaster penularan Covid-19 berkaitan aktivitas mudik dan meningkatnya pergerakan masyarakat antardaerah.

“Edukasi dan sosialisasi pentingnya disiplin protokol kesehatan dan standar operasional prosedur pencegahan terus disampaikan ke masyarakat,” ujarnya.

Kapolres menambahkan, pihaknya telah mendirikan 14 pos pengamanan, dua di antaranya di rest area tol Ungaran. Polres Semarang juga menyiapkan fasilitas tes rapid antigen, pola penyekatan dan rekayasa arus.

“Kami prediksi mayoritas pengguna jalan melalui jalur tol. Sehingga di rest area tol KM 429 Ungaran dan KM 456 akan kami perketat pengecekan,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan Pemerintah Kabupaten Semarang (Pemkab) Semarang telah menyiapkan rumah singgah di Rusunawa Pringapus untuk dijadikan tempat isolasi pemudik yang terindikasi positif Covid-19. Rumah singgah tersebut memiliki kapasitas 112 kamar.

“Pemudik yang tidak membawa surat bebas Covid-19 akan menjalani tes antigen secara gratis di puskesmas. Kalau hasilnya positif, yang bersangkutan langsung diminta isolasi di rumah singgah. Seluruh rumah sakit dan puskesmas rawat inap juga sudah disiagakan,” jelasnya. (dhi)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *