TEMANGGUNG, Cakram.net – Seiring semakin menurunnya angka konfirmasi Covid-19 di Kabupaten Temanggung dan melihat kesiapan sarana prasarana (sarpras) di satuan pendidikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) berencana akan memulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah untuk PAUD, TK, SD dan SMP pada awal September 2021.
“Hari Senin kemarin, kita sudah rapatkan dengan Satgas Covid-19 dan memang untuk saat ini belum semuanya syarat kita bisa penuhi, namun akan segera dilakukan koordinasi agar segera syarat terpenuhi, Insyaallah kemungkinan awal September bisa dilakukan PTM,” terang Kepala Dindikpora, Agus Sujarwo, dilansir dari laman Pemkab Temanggung, Rabu 18 Agustus 2021.
Ia menambahkan, beberapa kekurangan administrasi yang harus dilengkapi di antaranya checklist sarpras di sekolah yang belum semuanya masuk.
“Kami terus memperbarui data sarpras, seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer dan WC sekolah kondisinya seperti apa, memang belum semuanya masuk,” katanya.
Dari 409 SD dan 78 SMP, baik negeri maupun swasta semuanya sudah dilengkapi sarpras protokol kesehatan (prokes). Namun di beberapa sekolah masih kurang lengkap, seperti tempat cuci tangan yang airnya belum mengalir.
”Tentunya hal tersebut akan segera diperbaiki agar secepatnya PTM bisa dilakukan,” ungkapnya.
Selain sarpras, lanjut Agus, kesiapan lainnya adalah vaksinasi. Menurutnya hampir 95 persen tenaga pendidik sudah divaksin, sedangkan 5 persennya belum divaksin karena berbagai alasan, di antaranya sedang hamil, berkomorbid dan lain sebagainya.
Kata Agus, jika nantinya diberlakukan PTM tetap akan ada pembatasan jumlah siswa yang masuk. Sesuai Peraturan Mendagri dan Instruksi Bupati Temanggung, pembatasan untuk siswa usia PAUD dan TK hanya diperbolehkan maksimal 33 persen, SLB hanya 5 anak per kelas, sedangkan untuk SD/SMP maksimal 50 persen dengan pengaturan jadwal waktu PTM dan jarak jauh secara bergantian.
“Pembatasan jumlah siswa tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi adanya penularan Covid-19,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Temanggung, HM Al Khadziq mengatakan sesuai Intruksi Mendagri, PTM sebenarnya sudah diperbolehkan. Kabupaten Temanggung sangat berpeluang untuk menggelar PTM, mengingat kondisi Covid-19 yang terus membaik dan juga simulasi-simulasi juga pernah dilakukan di masing-masing sekolah.
“Dinas Pendidikan terus melakukan persiapan dan assesment, dan sekarang sudah tahap akhir, tinggal menunggu kapan dibuka,” ungkap Bupati. (Cakram)
