“Dari 1.333 peserta PPPK guru SD, 82,2 persennya atau 1.095 peserta tidak lolos, sedangkan yang lolos hanya 238 peserta. Untuk PPPK guru SMP, dari 206 peserta, 66 persen atau 137 orang berhasil lolos uji kompetensi teknis,” terangnya.
Agus menjelaskan, dari tiga tes yang diujikan, yaitu manajerial dan sosio kultural, wawancara dan uji kompetensi teknis, para peserta tidak lolos diuji teknis. Untuk manajerial dan sosio kultural serta wawancara hampir 100 persen lolos semua.
“Ada beberapa faktor yang membuat peserta tidak lolos, di antaranya adalah tingginya nilai passing grade dan sulitnya soal, khususnya untuk kompetensi teknis,” jelasnya.
Meski demikian, Agus belum bisa memastikan diterima atau tidaknya peserta uji seleksi menjadi PPPK. Karena masih menunggu pengumuman resmi dari kementerian.
