Tri menyampaikan, pertanian yang betul-betul organik di Jawa Tengah hingga saat ini jumlahnya masih relatif sedikit. Namun untuk jenis pertanian lainnya seperti pertanian sehat, pertanian bebas pestisida, jumlahnya sudah relatif banyak.
“Kalau pertanian organik memang masih sedikit, namun hasilnya menjadi sangat premium dengan nilai jual tinggi. Misalnya pertanian padi, kalau (pertanian) biasa, nilai berasnya paling Rp. 8 ribu sampai Rp. 9 ribu saja (per kilogram). Tapi kalau (pertanian) organik nilai jualnya (per kilogram) bisa lebih dari Rp. 25 ribu,” tandasnya. (Cakram)
