Supana mengatakan, vaksinasi tersebut bertujuan untuk mengantisipasi jika nanti Kabupaten Boyolali sudah memasuki Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level dua, maka obyek pariwisata sudah bisa dibuka.
“Maka ketika kita buka, semuanya sudah dalam kondisi fit dan sudah tervaksin,” katanya.
Sementara itu, Humas Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Boyolali, Dwi Hidradoko mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Pemkab Boyolali atas terselenggaranya vaksinasi untuk para pelaku wisata di Kota Susu ini.
“Terimakasih sekali, untuk Disporapar yang sudah mendukung dan memfasilitasi vaksinisasi ini, supaya kita sebagai pengelola hotel baik karyawan dan semua anggota masuk vaksinasi semua,” ungkapnya.
