PEKALONGAN, Cakram.net – Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menjadi solusi yang diambil pemerintah untuk menjamin kelangsungan pendidikan selama masa pandemi Covid-19. Tetapi di daerah-daerah yang budaya nikah dininya masih kental justru memunculkan anggapan bahwa PJJ sama halnya dengan belajar kejar paket.
Fakta tersebut dijumpai Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat mampir ke SMA N 1 Petungkriyono Kabupaten Pekalongan di sela gowes, Kamis 16 September 2021.
Kepala Sekolah SMA N 1 Petungkriyono, Agus Dwi Prodo menyampaikan, siswi lulus SMP mau melanjutkan ke SMA saja sudah banyak yang dilamar. Di sekolah yang dia pimpin, sudah 3 anak putri kelas X yang bertunangan. Persoalan ini jadi tantangan tersendiri.
“Orang tua kalau sudah ada yang menanyakan (anaknya), wes ora usah sekolah. Jadi pikirannya orang tua (sekolah) kaya kejar paket C. Sing sekolahe ora mbendina. Sing penting dapat ijazah, ” bebernya.
