“Isoman ada 94 dan rawat relatif tidak ada. Iya OTG (orang tanpa gelaja),” lanjutnya.
Dari adanya klaster sekolah tersebut, orang nomor satu di Jawa Tengah itu meminta untuk semua pemerintah kabupaten/ kota untuk melakukan pengecekan di lapang, terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka.
“Maka sekarang untuk semuanya ngecek kelapangan terkait dengan pelaksanan PTM, semuanya. Dibuatkan patroli dicek ke sekolah sekolah sambil kita menunggu hasil laboratoriumnya bisa merekomendasikan bahwa vaksin bisa dipakai SMP dan SD atau anak-anak, itu yang ada,” tegasnya.
