DP3AKB Kabupaten Semarang Gandeng Perguruan Tinggi untuk Tangani Stunting

Sementara itu, Rektor UNW Subyantoro menegaskan pihaknya menitikberatkan pada upaya penelitian dan pengabdian masyarakat bersama DP3AKB.

“Penanganan stunting jadi salah satu fokus program studi gizi UNW. Pengembangan makanan berbasis lokal yang dilaksanakan disana dapat diberdayakan untuk penanganan stunting,” terangnya.

Selain itu direncanakan penanganan stunting sebagai sasaran program mahasiswa yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN).
<!–nextpage-
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Sejahtera DP3AKB Kabupaten Semarang, Siti Maghfiroh menambahkan angka prevelansi stunting tertinggi ada di Desa Kemawi, Sumowono. Sedangkan penanganan stunting tahun 2021 dilaksanakan di 10  desa yang tersebar di 6 kecamatan.

“Kerja sama dengan UNW akan memperluas jangkauan penanganan stunting mencakup 20 desa di 12 kecamatan,” pungkasnya. (rls)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *