Dengan anggaran tersebut, menurutnya kegiatan revitalisasi waduk yang dibangun sejak zaman kolonial Belanda itu difokuskan pada persiapan awal pengerukan sedimentasi dan pembangunan kawasan pedestrian tahap pertama. Yaitu berupa pembersihan keramba jaring apung dan warung apung yang ada di badan waduk.
“Kegiatan masih difokuskan untuk penataan dan persiapan revitalisasi. Pengerukan sedimentasi rencananya dilaksanakan tahun depan. Yang mendesak saat ini adalah membersihkan area tampungan air Rawa Jombor, karena selain banyak keramba apung yang harus dibersihkan, masalah eceng gondok yang tersebar hampir di seluruh area juga harus diatasi,” jelasnya.
Terkait kawasan pedestrian yang dibangun mengelelilingi Rawa Jombor, Naryo menjelaskan jalur tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai jogging track sekaligus melengkapi daya tarik wisata Rawa Jombor. Selain memperindah kawasan, jalur ini juga menjadi tanggul pembatas antara Rawa Jombor dengan jalur lalulintas kendaraan yang menjadi akses ke Rawa Jombor.
“Pengerjaan pedestrian sebentar lagi sudah selesai, tapi baru sebagian, belum tersambung. Karena anggarannya terbatas, diprioritaskan kegiatan yang paling penting dulu,” ujarnya.
