UNGARAN, Cakram.net – Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika HA mengingatkan seluruh komponen penanggulangan dan penanganan kebencanaan di Kabupaten Semarang mewaspadai dampak badai La Nina. Karena meningkatnya curah hujan berpotensi mengakibatkan bencana hidrometeorologi, seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung.
“Berdasarkan analisa BMKG pada Nopember, Desember 2021 dan Januari 2022 bakal terjadi akumulasi curah hujan tinggi akibat La Nina. Dampak La Nina adalah meningkatnya potensi bencana hidrometerologi seperti banjir, tanah longsor dan angin puting beliung,” jelas Kapolres usai Apel Siaga Bencana di Alun-alun Bung Karno Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis 4 November 2021.
Kapolres mengatakan, bencana alam memang sulit diprediksi. Namun kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam menghadapi bencana alam serta kemampuan dalam menghadapi bahaya bencana harus selalu diutamakan guna meminimalisir korban serta dampak yang ditimbulkan.
“Kondisi geografis Kabupaten Semarang berpotensi terjadinya bencana hidrometerologi. Perlu perhatian serius untuk diantisipasi sejak dini,” ujarnya.
