Adapun sistem online dengan cara menghimpun para pelaku usaha UMKM tersebut dalam sebuah wadah grup media sosial. Mereka bisa mempromosikan dan saling bekerjasama dengan pelaku usaha lain yang terkait.
“Kami juga membuatkan sistem transaksi online melalui media sosial seperti instagram dan facebook. Kami juga melayani pengantaran pesanan. Arah ke depan, kami ingin membuat sebuah aplikasi digital untuk jual beli online khusus UMKM dari Tempuran,” ungkap Andrian.
Di Kecamatan Tempuran, Andrian menyebutkan ada hampir 1.000 produk UMKM yang sudah terhimpun. Dari jumlah itu baru sekitar 300 yang masuk ke Lapak Pilar PKK Milenial. Di wadah ini, pelaku usaha tidak hanya dibantu penjualan, tetapi juga bisa berkonsultasi dan didampingi untuk peningkatan kualitas produk, desain label, kemasan, konsultasi gratis hingga promosi bahkan dengan membuat video.
Sejumlah produk dari UMKM di Tempuran ini berupa kerajinan bambu, fashion, kaos khas Tempuran, makanan kering, pamflet dan lainnya. Adapun untuk makanan basah, di galeri disediakan foto dan katalog sehingga konsumen bisa pesan langsung ke pelaku usahanya.
