Ruang Publik di Kota Yogyakarta Diharapkan Bisa Menjadi Ruang Ekonomi

“Ke depan selain sebagai ruang ekspresi maka ruang terbuka publik juga bisa berperan sebagai ruang ekonomi dimana pada setiap kegiatan ekspresi seni budaya melalui pementasan seni tradisi di ruang terbuka hijau dapat dipergunakan sebagai sarana berjualan UMKM warga setempat,” jelas Wawali.

Melalui kegiatan seni budaya dan ekonomi tersebut maka keberadaan ruang publik diharapkan mampu menjadi ruh spriritual aktifitas warga dalam bentuk aset tak benda yang memiliki ciri khas dan keunikan wilayah.

Hari Dendi selaku host juga menyampaikan keberadaan sumbu filosofi dari Tugu hingga Panggung Krapyak bisa menjadi ruang publik terpanjang di dunia.

“Ruang publik di sumbu filosofis hendaknya mampu sebagai wahana ekspresi seni budaya, ruang kreatifitas dan ekonomi, pusat budaya dan sains,” turur Hari.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *