Lebih lanjut Totit menerangkan, dari hasil pencermatan kondisi sosial ekonomi tersebut prioritas pembangunan pada tahun 2022 dan 2023 diarahkan pada pemulihan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat.
“Pemulihan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat akan jadi prioritas,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Semarang berharap pertumbuhan ekonomi yang sempat terkontraksi -2,67 persen karena pandemi Covid-19 di tahun 2020 dapat membaik pada tahun 2022. Apalagi kecenderungan positif pertumbuhan ekonomi pada tahun 2021 terlihat di tingkat nasional dan Jawa Tengah.
“Penentuan program dan kegiatan pembangunan agar menyentuh langsung warga miskin dan pengangguran,” pinta Bupati.
