Antisipasi Erupsi Merapi, Warga Kemiren Magelang Tanam Ratusan Pohon Perkuat Tanggul

Diceritakan Triyono, tahun 2018 lokasi penghijuan dijadikan untuk akses pengangkutan material dari aktivitas normalisasi sungai. Kemudian pada 2019 normalisasi sudah selesai sehingga warga berupaya mengembalikan lagi keberdaan fungsi tanggul alami tersebut.

Aksi penanaman pohon tersebut sebagai upaya warga sekitar untuk memperkuat tebing sungai Bebeng, yang selama ini diyakini mampu melindungi warga dari ancaman bahaya dampak erupsi Gunung Merapi, baik dari ancaman luncuran awan panas guguran maupun banjir lahar dingin dari puncak Gunung Merapi.

Rencananya, penanaman akan terus dilakukan di bantaran sungai mengingat ancaman erupsi Gunung Merapi di sisi barat daya atau tepatnya hulu Sungai Bebeng ini masih berlangsung hingga saat ini. Warga khawatir banyaknya material vulkanik yang dikeluarkan saat erupsi dapat mengancam keselamatan warga sekitar.

“Kalau (tebing) tidak dikembalikan lagi (jadi tanggul alami), ketika ada banjir lahar dingin, banjirnya bisa mencapai ke perkampungan warga,” ungkap Triyono.

Selain penghijauan warga juga berencana membangun talud permanen di sekitar lokasi tebing yang bernama Begho Pendem ini. Fungsi talud itu untuk mengurangi resiko tanah tebing longsor  tergerus air hujan maupun aliran air sungai Bebeng. (Cakram)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *