Ketika masyarakat yang enggan divaksin tersebut mengetahui bahwa kiai yang menjadi panutan mereka telah melakukan vaksin, kemudian warga yang awalnya menolak menjadi bersedia divaksin mengikuti para kiai. Kekuatan para kiai dan ulama dalam kehidupan bermasyarakat sangat besar.
“Awal Februari 2022 ada lonjakan kasus Covid-19. Namun alhamdulillah karena banyak warga yang sudah divaksin, maka rata-rata tiga hari sudah diperbolehkan pulang. Ini juga berkat doa para kiai yang sering mujahadah, doa bersama untuk menghindari Covid-19,” terangnya.
Dukungan ulama turut mempengaruhi penurunan kasus Covid-19 di berbagai daerah. Ketika terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 dan beberapa variannya, tingkat kematian relatif rendah karena sebagian besar pasien Covid-19 sudah melakukan vaksin.
Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin menyerahkan hadiah kepada delapan penghafal Al-Qur’an 30 juz yang telah diwisuda masing-masing Rp1 juta. Para hafidzah dari berbagai daerah di Jateng dan luar Jateng tersebut, diharapkan senantiasa mengamalkan ilmunya dan mengabdi kepada para kiai yang telah memberikan bekal ilmu kepada para santri. (rls)
