Dalam RPJMD, lanjut Bondan, sudah ada fokus program untuk memajukan Industri, Pertanian dan Pariwisata (Intanpari) di Kabupaten Semarang.
“Salah satu program unggulan harus betul-betul diprioritaskan. Itu harus dilakukan,” tegasnya.
Disinggung adanya pandemi Covid-19 terkait pelaksanaan program tersebut, Bondan menyatakan masih tersedia anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp30 miliar jika terjadi lonjakan kasus Covid-19 cukup tinggi. Anggaran tersebut digunakan untuk pencegahan sampai penanganan dampak ekonomi akibat Covid-19.
“Tapi sampai saat ini anggaran tersebut baru 20 persen yang dipakai, sekitar Rp5 milair sampai Rp6 miliar. Harapannya Covid-19 tidak ada lagi, sehingga BTT bisa dikurangi untuk melaksanakan visi misi bupati yang tertunda,” ujarnya.
