Sambil menyantap sesajian itu, petani berbincang, berdiskusi tentang kehidupan, terutama harapan-harapan cuaca mendukung dalam budidaya tembakau, hasil optimal dan harga menguntungkan, sehingga tingkat kesejahteraan meningkat. Tidak lupa canda dan gurauan terselip diantara perbincangan untuk menambah keakraban dan mempererat ikatan emosional.
Ritual serupa juga digelar di dua titik lain oleh petani tembakau, yakni di lereng Gunung Prahu di Desa Campurejo, Kecamatan Tretep yang juga diikuti petani di Kecamatan Wonoboyo. Satu titik lain di Kecamatan Bansari yang dipusatkan di Embung Bansari. Ritual di lokasi ini diikuti petani dari Kecamatan Parakan, Kledung, Bansari, Candiroto dan Ngadirejo.
Tokoh pertembakauan Temanggung, Sutopo mengatakan, ritual untuk menandai penanaman awal tembakau di musim tahun 2022. Harapan petani musim berpihak dan mendapatkan hasil tembakau sesuai target.
“Kami berdoa, Allah dapat mengabulkan harapan dan ikhtiar petani, alam berpihak hasil optimal dan nanti laku mahal,” kata Sutopo, dilansir dari laman Pemkab Temanggung, Selasa 15 Maret 2022.
