Ganjar kemudian masuk ke rumah itu dan mengecek kondisinya. Ia kemudian mengatakan pada Junaidi bahwa akan membantu renovasi rumahnya.
Ganjar kemudian menyerahkan bantuan RTLH yang bersumber dari Baznas kepada Junaidi sebesar Rp20 juta. Selain itu, ia juga memberikan sembako dan uang tunai kepada istri Junaidi yang kedapatan sedang hamil anak kedua.
“Mangke didandani nggih, kersane luwih nyaman (nanti dibenarkan, biar lebih nyaman). Mangke bapak-bapak gotong royong nggih, diewangi pak Junaidi ndandani omah (bapak-bapak gotong royong membantu Junaidi membangun rumah),” pinta Ganjar pada warga yang sekitar dan langsung disanggupi.
Junaidi mengatakan, rumah yang ditempatinya itu merupakan rumah warisan. Pekerjaannya sebagai penjual cilok, membuatnya tak bisa berbuat banyak untuk memperbaiki rumah.
“Ya jualan cilok penghasilan nggak tetap, kalau ramai sehari bisa mendapat Rp250.000. Tapi kalau sepi ya gimana lagi. Memang tidak bisa diprediksi,” katanya.
Penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Sehingga, soal rumah belum terpikirkan untuk diperbaiki.
