BLORA, Cakram.net – Tangan keriput Ngatman (77), warga RT 01/RW 02 Desa Sogo, Kecamatan Kedungtuban, masih terampil memainkan sungging untuk membuat hiasan dinding wayang kulit. Berbekal keterampilan yang dimiliki sejak remaja, Ngatman masih berkarya dan menerima pesanan hiasan dinding wayang kulit, sesuai tokoh dan karakter pewayangan.
“Saya belajar dan bisa membuat wayang ini sejak remaja sampai sekarang. Saya terima pesanan, atau memperbaiki wayang kulit,” kata Ngatman, dilansir dari jatengprov.go.id, Selasa 19 Juli 2022.
Biasanya, kata dia, para pemesan membawa kulit kambing atau sapi sendiri. Meski demikian, dia juga menyediakan beberapa kulit kambing siap pakai untuk dibuat hiasan dinding wayang.
“Yang pesan itu untuk dibuatkan tokoh wayang kulit untuk hiasan dinding tanpa memotong kulit. Jadi bagian tengah yang dibuat tampilan satu atau dua wayang,” jelas Ngatman.
Selain itu, lanjutnya, dia juga menerima jasa untuk memperbaiki (permak) wayang kulit. Untuk menyelesaikan satu buah hiasan dinding wayang berbahan kulit kambing sapi atau kerbau, Ngatman membutuhkan waktu lebih kurang satu minggu, hingga satu bulan, mulai dari menggambar sketsa, menatah (sungging), hingga mewarnai dan bila perlu dipigura.
