Pemkot Yogyakarta Dorong Penambahan Bank Sampah untuk Kurangi Volume Sampah

Aman menyatakan forum bank sampah juga akan meningkatkan nilai tambah dari sampah dengan penganekaragaman produk sampah. Termasuk bersama DLH Kota Yogyakarta akan membuat stokis produk hasil pengolahan sampah untuk mengatasi kendala pemasaran. Produk dari hasil pengolahan sampah dari masyarakat bisa ditampilkan bersama forum bank sampah di stokis produk yang akan dipasarkan secara digital.

Sementara itu Kepala DLH Kota Yogyakarta Sugeng Darmanto menyebut ada 618 bank sampah di Kota Yogyakarta dan bertambah dengan Bank Sampah Tinemu Resik menjadi 619 bank sampah. Serapan pengelolaan sampah di bank sampah juga didorong meningkat dengan mengelola sampah anorganik dan organik.

“Target kami semua RW memiliki bank sampah. Kami berupaya untuk lebih meningkatkan pengelolaan sampah di hulunya, terutama yang organik. Kami akan mendorong anggota bank sampah membuat biopori karena itu yang paling mudah, biaya ringan dan pemeliharaan gampang. Gerakan ini harus menyeluruh,” terang Sugeng.

Sedangkan Ketua Bank Sampah Tinemu Resik Cokrodirjan, Agustina Adirizeta mengatakan, bank sampah itu berdiri karena termotivasi dengan wilayah RW lain yang sudah memiliki bank sampah. Di samping itu untuk mengatasi kesulitan warga membuang sampah saat TPA Piyungan tutup.

“Sebenarnya kita pernah jalan tapi terkendala tidak punya tempat untuk transit pengumpulan sampah. Kami vakum sekitar enam tahun. Sekarang  kita sudah ada kerja sama dengan pelapak dan bisa kita telpon untuk mengambil sampah,” tutur Agustina.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *