“Iya, khususnya untuk pasar sangat berpengaruh. PAD yang awalnya Rp12 juta per bulan meningkat menjadi Rp 20 juta per bulan itu dari retribusi,” katanya.
Selain Pasar Desa, sekitar jarak 300 meter juga terdapat pasar milik kabupaten.
“Iya, ada dua pasar di daerah sini. Sekitar 300 ada pasar kabupaten,” imbuhnya.
Sementara, Genduk pedagang di Pasar Desa Dukun mengaku omzetnya meningkat karena pelanggan bertambah.
“Banyak yang lewat jadi banyak pembeli. Kalau dulu Rp 400 ribu per hari, sekarang bisa dapat Rp 700 ribu per hari. Kalau puasa malah sampai Rp 1 juta per hari,” tandas pedagang nasi rames itu.
