UNGARAN, Cakram.net – Program Sekolah Penggerak (PSP) yang digagas Kemendikbudristek berdampak positif di SMPN 1 Pabelan, Kabupaten Semarang. Lewat program itu, warga sekolah di sana mampu melestarikan kesenian tradisional Tari Rodhat yang nyaris punah.
“Selama setahun kami menjalankan PSP, ada berbagai kegiatan proyek berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Salah satunya para siswa mampu menari Rodhat yang penuh kearifan lokal secara serentak,” kata Kepala SMPN 1 Pabelan, Wandansari usai acara deklarasi PSP di auditorium PP PAUD Dikmas Jawa Tengah di Ungaran, Rabu 28 September 2022.
Deklarasi PSP ditandai pemukulan gong oleh Bupati Semarang Ngesti Nugraha. Ikut menyaksikan perwakilan anggota DPRD Kabupaten Semarang, Kepala BBPMP Jawa Tengah Nugraheni Tri Hastuti dan puluhan kepala sekolah dan pengawas sekolah tingkat PAUD, SD dan SMP.
Wandansari menambahkan, PSP memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih mata pelajaran sesuai bakat dan minatnya, di antaranya seni musik, seni rupa dan lainnya. Sekolah memfasilitasi sarana dan prasarana yang biayai dengan biaya operasional siswa (BOS) kinerja.
Menurutnya, SMPN 1 Pabelan mendapat dua kali BOS kinerja. Penerimaan pertama kali senilai Rp100 juta digunakan untuk membeli alat musik. Sedangkan bantuan kedua senilai Rp70 juta dimanfaatkan untuk membiayai kegiatan siswa, di antaranya pemanfaatan sampah plastik menjadi hiasan mosaik yang menarik.
