Untuk tumbuhan pengganti pohon yang ditebang, Pramu mengatakan yang penting pohon perindang. ”Namun beberapa jalan memang sudah harus jenis pohon itu, contohnya saja di sumbu filosofi yaitu pohon Asem jadi harus pohon Asem atau di Kotabaru pohon Tanjung yang di tanam harus pohon tanjung ini khusus menyesuaikan tempat,” tambahnya.
Hingga saat ini ada sekitar 20 pohon tumbang dalam setahun akibat musim penghujan disertai angin. “Bahkan ada pohon cenderung ketinggiannya pendek juga tumbang akibat angin kencang, ini ditemukan sekitar 2-3 pohon akhir-akhir ini,” katanya.
Pramu berharap masyarakat bisa membantu pemerintah dengan melakukan pengawasan di depan di pinggir jalan rumah mereka agar tidak terjadi pohon tumbang. Masyarakat bisa melihat melalui fisik yakni ketinggian mencapai 10-12 meter atau melebihi tiang listrik PLN.
“Warga bisa melaporkan kepada DLH Kota Yogyakarta melalui telepon atau Jogja Smart Service (JSS) dan nanti akan kami bantu untuk personil memangkas pohon tersebut,” ungkapnya. (Cakram)
