“Banyak lho saat ini yang berbisnis memulai pertanian-pertanian di lahan-lahan pekarangan. Dindingnya dibikin sap-sap an. Ada kubis, macam-macam. Itu juga bisa buat cadangan makanan untuk keluarga. Bahkan bukan hanya untuk cadangan makanan keluarga, tapi bisa juga menjadi income keluarga dan harganya ini lebih mahal (karena organik),” jelasnya.
Dia pun meminta mahasiswa untuk berpikir kritis memecahkan berbagai persoalan pertanian. Misalnya, cara mensiasati agar tidak terjadi anjloknya harga pertanian saat panen raya dan membangun jejaring dengan stakeholder bidang pertanian. (rls)
Halaman: 1 2
