“Maqam muraqabah ini adalah dimanapun, apapun itu, dia (anak) terkontrol dengan adanya satu insting bahwa Allah itu melihat saya, menyaksikan saya. Sehingga, dia akan terkontrol terhadap sesuatu hal-hal yang jelek, yang dia mau perbuat. Ketika mau melakukan sesuatu yang tidak baik, dia teringat Allah melihat saya, sehingga dia tidak berani,” urainya.
Setelah anak berumur di atas lima tahun, lanjut Nawal, konsistensi ibadah mesti ditekankan. Dengan begitu, anak memiliki kebiasaan yang baik. Ini adalah proses bagaimana anak menyatu dengan Tuhannya.
“Ketika ibadah ini sudah kuat, ketauhidan ini sudah kuat, maka yang lahir dari buahnya adalah bagaimana memiliki akhlak, memiliki anak yang terlahir baik,” tandasnya.
Terciptanya keluarga yang kuat, imbuh Nawal, adalah salah satu pondasi penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Apabila sumber daya manusianya berkualitas unggul, maka akan menjadi penentu bagi kemajuan bangsa. (rls)
