“Tentu saja ini membikin situasi yang akan bisa mendorong anak-anak atau para santri itu jauh lebih bersemangat dan mereka bisa unjuk gigi. Kalau untuk mengaji itu urusanku, tapi untuk olahraga silakan tanding sama aku. Keren itu. Itu akan menjadi bakat-bakat yang akan bisa dipakai untuk pencarian bakat, atau menjadi ajang mencari bakat yang bagus,” katanya.
Porsadin VI tingkat Jawa Tengah ini termasuk perhelatan yang digelar paling meriah jika dibandingkan dengan event yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. Event dua tahunan itu sendiri diikuti oleh kontingen dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Mereka merupakan perwakilan dari cabang FKDT dari masing-masing daerah.
Porsadin VI Jawa Tengah digelar pada tanggal 3-5 November. Cabang olahraga yang dilombakan antara lain tenis meja, bulu tangkis, catur dan lari. Sementara bidang seni melombakan MTQ, pidato, cerdas cermat diniyah, Tahfidz juz Amma, MQK Safinatun Najah, Murottal wa Imla’, kaligrafi, puisi islami, serta pidato bahasa Arab dan Indonesia.
Pelaksanaan Porsadin VI tersebar di berbagai tempat seperti pendopo kabupaten, GOR Wergu, SMA Al-Ma’ruf Kudus dan beberapa tempat lainnya. Selama perhelatan juga ada pameran UMKM di halaman pendopo Kabupaten Kudus. (rls)
