“Kita lakukan dalam rangka membantu dan membentuk kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi (cuaca ekstrem). Karena beberapa hari terakhir ini memang sudah banyak bencana di Kabupaten Klaten baik itu luapan, banjir, angin Puting Beliung, ataupun longsor,” jelasnya
Ia berharap dengan bersih sungai bisa mengurangi risiko bencana di sepanjang sungai lunyu, sekaligus membentuk kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat.
“Kita tidak menyediakan alat (peserta membawa perlengkapan sendiri) mengingat peserta yang jumlahnya bisa dihitung mulai dari Desa Ngrundul sampai aliran sungai Glogok yakni ribuan yang mengikuti kegiatan ini,” ujar Sri Winoto.
Dalam pelaksanaan kegiatan, seluruh peserta bersih sungai berangkat ke lokasi sungai yang dibagi dalam lima lokasi aliran sungai, yakni Desa Ngrundul (Kecamatan Kebonarum), Desa Duwet dan Manjung (Kecamatan Ngawen), Desa Karanglo dan Kelurahan Gayamprit (Kecamatan Klaten Selatan) , Desa Sekarsuli dan Desa Jebugan ( Kecamatan Klaten Utara), dan terakhir di aliran sungai Lunyu dan Glogok Desa Semangkak (Kecamatan Klaten Tengah). (Cakram)
