Taj Yasin Sebut Pospenas IX Wujud Keharmonisan Umat Beragama dengan Pemerintah

Menambahkan, Direktur Pendidikan Diniyah dan Ponpes Kementerian Agama, Waryono Abdul Ghofur menjelaskan, dalam ponpes mensinergikan empat hal. Pertama yakni olah pikir, dimana santri diajak berfikir dan diajari ilmu logika, kedua adalah olah rasa melalui seni, seperti yang dilakukan para wali pada zaman dahulu saat mengajarkan agama dengan seni. Sedangkan ketiga adalah olah jiwa yang diisi dengan pendekatan spiritual, dan keempat adalah olahraga.

“Perpaduan ini diharapkan menjadi modal bagi santri bagaimana mempunyai peran dan kontribusi di masyarakat. Sehingga ketika menjadi gubernur, menteri, presiden, jaksa, DPR, TNI, Polri, dan sebagainya maka perpaduan empat olah ini yang terlihat dalam sinergi antar elemen,” terangnya.

Pengambilan api pertama pawai obor Pospenas dilakukan oleh seorang santri atlet pencak silat kemudian secara estafet diserahkan kepada Bupati Grobogan Sri Sumarni, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Direktur Pendidikan Diniyah dan Ponpes Kementerian Agama, Waryono Abdul Ghofur, lalu diserahkan kepada santri atlet.

Api obor Pospenas selanjutnya dikirab bersama rombongan Pawai Santri Nusantara. Sementara  Wakil Gubernur Taj Yasin serta pejabat terkait lainnya mengikuti kirab dengan berlari kecil sampai di gerbang kompleks Api Abadi Mrapen.

Sebelum dikirab menuju Stadion Manahan Surakarta, kirab obor akan singgah di Ponpes Girikusumo Mranggen Demak dan Ponpes Al Mas’udiyah, Bandungan, Kabupaten Semarang, untuk meminta doa dan restu para kiai agar kegiatan multi event yang berlangsung lancar dan aman. (rls)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *