“Terima kasih kepada para kader kesehatan di desa yang telah bekerja keras menangani stunting di wilayah masing-masing. Kerja sama semua pihak diharapkan dapat menekan angka stunting bahkan ke tingkat zero,” tandasnya.
Sementara Kepala Desa Banyukuning, Setyo Utomo mengatakan pihaknya telah menganggarkan dana penanganan stunting dalam APBDes. Pada awal kondisi, ada 68 balita yang masuk kategori stunting.
“Berkat kerja sama kader kesehatan desa, Pemdes dan unsur masyarakat desa lainnya, saat ini ada lima balita yang “lulus” stunting. Dari 12 Dusun, ada dua berstatus zero stunting. Kami menyediakan anggaran Rp60 juta untuk kegiatan di 13 Posyandu,” ujarnya. (dhi)
Halaman: 1 2
