“Ini tidak terlalu sulit sebenarnya, hanya butuh ketekunan dan butuh treening lebih banyak. Dulu saya meminta diadakan lomba masak domba Batur, cari chef kelas dunia, yang Indonesia saja. Dan daging ini dimasak dengan berbagai rasa yang bagus nanti kita pilih dan kita sajikan,” lanjutnya.
Dengan demikian, olahan domba nantinya menjadi alternatif wisata di Dieng. Karena bukan hanya sate dan gulai tetapi berkembang bentuk masakan yang lain.
“Dengan teknologi yang hebat ini harapan kita bisa sangat maju. Termasuk tadi dari Undip, mendampingi inseminiasi buatan. Lima bulan akan panen cempe (anak kambing), sekaligus kita minta dibantu apakah dari Undip, IPB, Unsoed, untuk membantu mengajari kelompok tani bagaimana mengelola bisnisnya. Sehingga menjadi skala usaha yang menguntungkan,” imbuh Ganjar.
Di tahun 2023, ada 33 kelompok peternak di Banjarnegara mendapat bantuan domba. Masing-masing kelompok menerima 27 ekor domba dan 6 kambing jawa randu.
Kementrian pertanian dana hibah IFAD dan ISDB itu melalui dana talangan APBD Pemprov Jawa Tengah.
