SEMARANG, Cakram.net – Pemberitaan media menjelang Tahun Politik 2024, dengan kulminasi kontestasi Pemilihan Presiden, sudah terasa makin menghangat. Sebagai bagian dari kontribusi membangun kualitas demokrasi, pemberitaan media mesti bernuansa mendidik, mencerahkan, dan berkebangsaan.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Tengah, Amir Machmud NS dalam Refleksi Akhir Tahun 2022 yang dirilis di Gedung Pers, Jalan Trilomba Juang No 10 Semarang, Sabtu 24 Desember 2022. Dalam konferensi pers Refleksi Akhir Tahun 2022, Amir Machmud didampingi Sekretaris PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana dan para pengurus.
Menurut Amir Machmud, hari-hari ini wartawan dan media-media sudah berfokus pada berita-berita menuju tahun politik. Permutasi nama-nama calon presiden dan calon wakil presiden mulai diapungkan oleh berbagai pihak, mulai dari pengamat politik, lembaga survei, para elite partai politik, juga sejumlah kelompok relawan.
Lanjut Amir Machmud, survei-survei ketokohan dan elektabilitas capres-cawapres memenuhi ruang pemberitaan media dalam berbagai platform, termasuk media sosial.
Politik Aliran
Dari permutasi pasangan calon yang muncul, menurut Amir, bisa disimpulkan tentang kecenderungan versi-versi berdasarkan latar belakang nasionalis, agamis, yang kemudian seolah-olah terdikotomi ke dalam dua sikap, yakni politik kebangsaan dan sikap politik aliran.
