Capaian positif itu, lanjutnya, tak lepas dari kerja keras dan kerja sama banyak pihak, mulai desa puskesmas, rumah sakit, pelayanan kesehatan lainnya. Selain itu, juga berkat program inovasi Telponi, yaitu temokno, laporno, dan openi, yang dalam bahasa Indonesia berarti, temukan, laporkan, dan dirawat.
Atas capaian di bidang kesehatan itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dinas Kesehatan dan pihak- pihak terkait. Diungkapkan, pada Desember 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Rembang, yang semula 70,43 menjadi 71,00 di tahun 2022.
“Prestasi ini jangan dianggap sebagai akhir pekerjaan yang baik, tapi awal pekerjaaan yang baik. Artinya, kita harus mempertahankannya dan memperbaiki untuk ke depannya,” ungkapnya.
Bupati mengakui, dirinya sempat malu, saat Gubernur Jawa Tengah mengumumkan di forum, jika angka kematian bayi Rembang nomor dua di Jawa Tengah. Yang kemudian menjadi motivasi Dinkes, agar dilakukan upaya untuk menekan kasus tersebut.
“Jika daerah lain bisa, kenapa kita tidak, itu yang saya sampaikan. Maka, dengan arahan dari pimpinan dan ditransfer oleh Bapak Ibu semua, sehingga kematian ini (AKB dan AKI) bisa ditekan,” tandasnya. (Cakram)
