Gerakan Zero Sampah Anorganik Mulai Berdampak Kurangi Volume Sampah di Kota Yogyakarta

Menurut Sub Koordinator Kelompok Substansi Penanganan Persampahan  DLH Kota Yogyakarta Mareta Hexa Sevana volume sampah yang berkurang itu kebanyakan adalah jenis sampah anorganik. Hal tersebut karena sudah banyak sampah anorganik yang dikelola di wilayah melalui bank-bank sampah. Kegiatan panen sampah yakni penimbangan sampah yang terkumpul dari para nasabah juga semakin cepat.

“Dari laporan warga di kampung-kampung sekarang bank sampah lebih cepat panen. Biasanya butuh waktu berbulan-bulan bisa panen, sekarang seminggu bahkan kurang sudah bisa panen,” papar Mareta.

Dia menjelaskan indikator lain terhadap pengurangan sampah anorganik juga dirasakan pemulung atau perosok sampah di depo-depo. Dicontohkan biasanya para pemulung beraktivitas dari pagi sampai siang sudah penuh satu karung bagor. Tapi sekarang  mereka harus menunggu sampai sore baru bisa memenuhi satu  karung bagor.

Meskipun sudah ada penurunan volume sampah Pemkot Yogyakarta tetap menggencarkan sosialisasi gerakan zero sampah anorganik di masyarakat. Untuk edukasi kepada para pelaku usaha diampu oleh dinas terkait. Misalnya untuk hotel dan restoran diampu Dinas Pariwisata, toko, mal, waralaba dan pasar di bawah Dinas Perdagangan.

“Kebanyakan sosialisasi sekarang sudah sampai di level RW. Mulai minggu depan akan merambah ke level RT jadi lebih luas. Untuk sektor kegiatan dan usaha menjadi tanggung jawab masing-masing OPD pembina,” pungkasnya. (Cakram)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *