“Di Mranggen ini ada 3 Puskesmas, sehingga dibagi-bagi. Nah ini yang harus koordinasi antara puskesmas I, II, III, dikoordinasikan nanti penanganan stunting, bagaimana rumahnya, saya harap ini juga bisa melibatkan kepala desa, ketua RT, sehingga bisa include penanganan kemiskinan,” paparnya.
Selain meninjau puskesmas, Taj Yasin juga mengunjungi langsung ke rumah dua anak terindikasi stunting dan ibu hamil yang memiliki resiko kehamilan. Wagub berpesan ke orangtua, agar berkoordinasi dengan puskesmas dan bidan desa agar kondisi anak terus dipantau.
Saat berkunjung ke salah satu rumah ibu hamil, Taj Yasin mendapat keluhan jika ada warga yang tidak mendapat bantuan. Ia langsung meminta penjelasan dari perangkat desa yang mendampingi. Setelah memahami situasinya, wagub memberikan arahan agar perangkat desa kembali memverifikasi data warga miskin yang sudah diinput. Agar bisa lebih tepat sasaran.
“Yang paling penting adalah bagaimana untuk kemiskinan di data itu harus sering-sering dicoba. Kalau ada error, apa? Didata. Tadi juga ada di sini (Wringinjajar) fotonya belum lengkap ya? Nah ini juga harus diselesaikan karena ini sudah tanggal 8. Dan nanti di akhir Februari sudah ada perubahan data lagi, perbaikan,” tutupnya.
Setelah melakukan tinjauan ke rumah warga, Wagub Taj Yasin menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Baitul Muttaqin di Desa Wringinjajar. Dalam acara tersebut, wagub juga kembali mengingatkan warga terkait upaya pemerintah menangani stunting. (rls)
