UNGARAN, Cakram.net – Kampoeng Kopi Banaran (Kakoba) di Desa Asinan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang yang berada di lahan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX bakal dilengkapi kereta gantung dengan ketinggian 50 meter. Pembangunan kereta gantung ini akan menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang berkunjung.
Project Director PT Dyandra Banaran Nusantara (DBN), Muh Alwi Mubarok Alaydrus mengungkapkan, DBN memulai pengembangan tahap pertama kawasan Kakoba untuk mengoptimalkan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus menampilkan wajah baru destinasi wisata yang dikelolanya. DBN menyiapkan investasi Rp500 miliar untuk pengembangan agro wisata Kakoba secara keseluruhan.
“Tahap pertama akan dikucurkan Rp50 miliar, kemudian tahap berikutnya Rp65 miliar untuk merevitalisasi dan menambah fasilitas hotel. Selanjutnya akan dikucurkan dana Rp300 miliar yang dikhususkan untuk pembangunan wahana kereta gantung di kawasan Kakoba, sedangkan sisanya disiapkan untuk membenahi seluruh infrastruktur yang ada di komplek Kakoba,” jelasnya dalam acara ground breaking pengembangan tahap I di kawasan agrowisata Kakoba di Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jumat 17 Februari 2023.
Ia berharap dalam kurun waktu lima tahun ke depan semuanya sudah terwujud. Karena masih ada proses fasilitasi, kajian kelayakan, perizinan dan sebagainya yang harus dipenuhi, termasuk arahan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang agara pengembangan Kakoba dapat mendukung pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Semarang.
Menurut Alwi, kondisi alam di kawasan perkebunan PTPN IX Bawen sangat luar biasa, bahkan ia menyebut hampir menyerupai pegunungan Alpen di Perancis. Tujuh gunung yang dapat dilihat jelas dari bukit tertinggi di kawasan Kakoba menjadi salah satu alasan untuk megoptimalkan pengembangan kawasan Kakoba, yakni dengan kereta gantung yang ikonik.
