Lestarikan Upacara Adat Panggih Temanten Agar Tak Tergerus Modernisas

“Upacara panggih temanten adalah upacara ‘pertemuan’ antara pengantin putra dengan pengantin putri,” ujarnya.

Upacara ini, tambahnya, merupakan upacara puncak dalam perkawinan adat masyarakat Jawa dan menjadi upacara terpenting karena mempelai ditetapkan secara sah menjadi suami isteri.

Dalam prosesnya, pengantin putra dan putri duduk bersanding dan disaksikan oleh keluarga kedua belah pihak dan para tamu undangan. “Hal ini menjadi tanda publik akan status sah dan resmi perkawinan mereka. Setiap tahapan memiliki nilai atau makna terkait dengan nilai-nilai perkawinan adat Jawa,” ujarnya.

Sementara itu Sekda Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya sangat menyambut baik acara tersebut, menurutnya pembinaan masyarakat dalam penghayatan kepercayaan beserta nilai-nilai adat dan tradisi merupakan suatu upaya yang konkret dalam memajukan kebudayaan.

“Di Kota Yogyakarta, warisan budaya masih terasa sangat kental, terlihat dari aktivitas masyarakat serta praktek nilai-nilai budaya dan seni dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam penyelenggaraan upacara pernikahan,” bebernya.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *