“Maka kami harap segenap masyarakat Kota Yogyakarta, mari kita bersama-sama untuk mengurangi sampah mulai dari hulunya. Dari rumah tangga, sekolah, perusahaan dan tempat-tempat yang memproduksi sampah,” tambah Sumadi.
Sedangkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta Sugeng Darmanto mengatakan peringatan HPSN tahun 2023 Kota Yogyakarta mengusung tema tuntas kelola sampah untuk kesejahteraan masyarakat, zero sampah anorganik pilah sampah dari rumah. Adapun HPSN ditetapkan pemerintah pusat untuk mengenang tragedi longsor di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah di Jawa Barat dengan korban sekitar 141 orang meninggal dunia. Terutama mengingatkan bahaya timbunan sampah jika tidak dikelola dengan baik.
“Peringatan HPSN bertujuan untuk memperkuat partisipasi publik dalam upaya mencapai zero waste dan zero emission melalui gerakan memilah sampah. Dengan gerakan zero sampah anorganik kita sudah bisa mengurangi sampah sebesar 40 ton per hari. Target kami sampai Maret, paling tidak bisa mengurangi 50 ton per hari,” papar Sugeng.
Sementara itu Sekretaris Daerah Pemkot Yogyakarta Aman Yuriadijaya selaku Ketua Forum Bank Sampah Kota Yogyakarta menyatakan Forum Bank Sampah bersama masyarakat akan memperjuangkan gerakan zero sampah anorganik. Terutama mengurangi volume sampah anorganik dan terus mendorong sampai dengan sampah residu. Aman menyebut di Kota Yogyakarta ada sekitar 565 bank sampah. Pihaknya berharap dengan komitmen itu, pertumbuhan kinerja bank sampah menjadi lebih baik.
“Ini adalah sebuah penegasan dan pembangunan kembali komitmen seluruh pemangku kepentingan di Kota Yogyakarta untuk lebih optimal dalam mengelola sampah. Bagaimana memahami memilah sampah dari rumah adalah hukumnya wajib. Pemangku kepentingan lain untuk memberikan dukungan, misalnya bagaimana bank sampah memainkan peran yang lebih optimal dalam pengelolaan sampah di wilayah,” jelas Aman.
