BATANG, Cakram.net – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo langsung merespon aduan dari seorang bidan di Desa Sidoharjo, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, bernama Sri Umiyati. Aduan itu terkait kondisi Polindes dan kebutuhan beras fortifikasi untuk gizi masyarakat, khususnya ibu hamil.
Respons cepat Ganjar itu justru membuat Sri Umiyati terharu dan membuatnya meneteskan air mata. Ia terharu lantaran Ganjar sangat peduli dengan Polindes dan kesehatan ibu hamil.
“Saya kan tinggal di Polindes, maaf (kondisi) Polindesnya mengenaskan, Pak. Saya terharu ada orang penting yang memperhatikan kondisi Polindes,” ujar Sri Umiyati saat berdialog dengan Ganjar Pranowo secara daring dalam acara Musrenbangwil Petanglong Bregasmalang di Pendopo Kabupaten Batang, Rabu 15 Maret 2023.
Sri Umiyati menjelaskan, di Desa Sidoharjo terdapat 41 anak stunting. Jumlah tersebut turun 54 persen dari tahun 2021. Upaya yang dilakukan untuk menurunkan stunting adalah memberikan sosialisasi, memberikan makan bergizi, serta edukasi kepada ibu hamil termasuk pemberian pil penambah darah.
“Kami masih membutuhkan susu dan beras fortifikasi. Beras fortifikasi itu kan banyak mengandung gizi, Pak. Untuk ibu hamil ada 21 orang, jumlah risti (risiko tinggi) ada 12 orang karena kurang energi kronis (KEK), hipertensi, penyakit penyerta, kehamilan lebih umur atau di atas 35 tahun, ada juga yang 17 tahun sudah hamil. Kalau AKI-AKB nihil,” ungkapnya.
