“Maka penting untuk mengajak generasi muda, apalagi para intelektual muda ini untuk bisa berkontribusi, memahami juga, menjadi penjaga moral,” tegasnya usai acara.
Ganjar mengatakan, dalam konteks tahun politik ini para intelektual muda bisa mengambil peran untuk mengedukasi , agar masyarakat sadar pada bahaya hoaks dan tidak melakukan kampanye negatif.
“Itu menurut saya, bagaimana cara kita menjaga proses demokrasi ini bisa berjalan dengan baik dan keterlibatan anak-anak muda ini menurut saya menjadi begitu penting karena mereka punya gagasan, punya idealisme, punya ilmu pengetahuan yang cukup dan sangat kreatif,” ujarnya.
Walau terbatas waktu, Ganjar berharap diskusi malam itu bisa menginspirasi para mahasiswa dalam memandang politik. Para mahasiswa mempunyai mimpi dan idealisme sehingga harus diberi ruang partisipasi.
“Tadi ada satu yang bertanya menurut saya cukup kritis ya, sehingga saya bangga karena anak-anak inilah yang membikin Indonesia ke depan itu tidak mengkhawatirkan, karena banyak orang cerdas,” tuturnya.
