Ganjar menjelaskan, percepatan realisasi bantuan keuangan dari pemerintah daerah harus dikerjakan sejak Juni ini. Hal itu dilakukan agar anggaran dan program yang disiapkan benar-benar efektif diterima manfaatnya oleh masyarakat. Sebab, ada kebiasaan percepatan dilakukan ketika sudah memasuki September, sehingga sangat mepet.
“Saya ambil di tengah bulan ini agar tidak terlambat. Biasanya orang mengejar sudah di September, baru dikebut. Sekarang mumpung masih Juni cepat dikebut, diselesaikan, dieksekusi, agar kemudian anggaran yang kita sediakan betul-betul efektif bisa sampai ke masyarakat. Pesan saya satu, jangan dikorupsi dan jaga kualitas,” jelasnya.
Selain itu, Ganjar juga menjelaskan bahwa percepatan penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah terus digenjot. Penyerahan bantuan keuangan itu juga menjadi sarana untuk menurunkan angka kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem. Selain bantuan dari pemerintah yang bersumber dari APBD, sumber anggaran lain dari Baznas, CSR, filantrop, dan kelompok peduli juga digerakkan.
“Sekarang kami genjot untuk melakukan percepatan pengurangannya ya. Karena lumayan sih beberapa tahun terakhir kita bisa menurunkan lebih banyak tapi karena ada pandemi kemarin itu kan meningkat. Tidak bisa dimungkiri itu. Tapi tugas kita tidak usah menyalahkan pandemi, kami kejar saja, kami genjot saja sekarang dengan intervensi-intervensi yang lebih banyak lagi,” katanya. (rls)
