UNGARAN, Cakram.net – Sebanyak 1.800 umat Buddha se-Kabupaten Semarang mengikuti Dharmasanti Waisak 2567 Be/ 2023 di Pendapa Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Semarang di Ungaran, Sabtu, 1 Juli 2023. Kegiatan ini dihadiri tiga Bhante dari Thailand, satu Bhante dari Singapura, satu Bikkhu dan dua Samanera dari Vihara Mendut Magelang.
Acara ini juga dihadiri Bupati Semarang Ngesti Nugraha dan putri (alm) Tjahjo Kumolo, Rahajeng Widyaswari, Forkompinda Kabupaten Semarang, Ketua KNPI Kabupaten Semarang Bagus Suryokusumo, Pebimas Agama Buddha Kemenag Jateng, Kargono, Walupi Jateng, dan para tamu undangan.
“Dharmasanti itu seperti halalbihalal. Acaranya saling bertemu, silaturahmi, dan tidak ada ritual karena ritual Waisak sudah dilakukan sebulan lalu. Kali ini, ada tari gambyong, tari anak-anak, tari topeng ireng Dharmapala Getasan, barongsai Vihara Gunung Kalong, dan gamelan dari Sanggar Metta Tuntang,” ungkap Ketua panitia acara yang juga Ketua Majelis Agama Buddha Mahanikaya Indonesia (MBMI) Jateng, Romo Pujianto.
Menurutnya, baru kali pertama umat Buddha mengadakan dharmasanti di pendapa rumah dinas bupati dan dihadiri Bupati Semarang Ngesti Nugraha yang menerima kedatangan umat dengan gembira. Acara ini diikuti 1.800 umat Buddha dari 10 kecamatan, yakni Kaliwungu, Suruh, Susukan, Tengaran, Pabelan, Bringin, Tuntang, Getasan, Jambu, dan Sumowono.
Romo Pujianto mengatakan, Dharmasanti mengambil tema “Bangkit Bersama untuk Indonesia”.
