“Karena kalau kita bicara induknya, Muhammadiyah dan Aisyiyah itu kan memiliki universitas, sekolah sampai tingkat bawah. Jadi bisa berkolaborasi misalnya mahasiswa kedokteran, kemudian kesehatan masyarakat untuk skrining anemia, kemudian memberikan edukasi kepada masyarakat terkait gizi dan pencegahan stunting,” katanya.
Atikoh berharap kesempatan ini jadi awal kolaborasi yang bisa dimaksimalkan sebaik-baiknya. Apalagi di NA, lanjut Atikoh, banyak anggota yang berprofesi sebagai guru PAUD.
“Mereka kan sangat dekat juga dengan anak didiknya. Kemudian kita juga bisa bergandengan tangan gotongroyong misalnya ada masyarakat yang membutuhkan itu bisa kita memberikan asupan gizi protein hewani. Saya senangnya sama temen-temen dari NA dari Aisyiyah itu banyak sekali ilmu yang bisa saya dapatkan juga,” tandasnya. (rls)
