Ditambahkan, pendidikan vokasi merupakan salah satu langkah konkret yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Program itu melibatkan perusahaan-perusahaan atau industri yang ada di Jawa Tengah, dengan tujuan mencetak tenaga kerja yang siap dan sesuai dengan kebutuhan industri.
Sebagai provinsi dengan produksi tenaga kerja yang besar, terang Pj Gubernur, link and match antara dunia pendidikan dan industri atau perusahaan, harus menjadi kunci. Untuk itu, pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi masyarakat Jawa Tengah perlu ditingkatkan secara terus-menerus, mengikuti perkembangan dan kebutuhan industri.
“Kami melihat ke depan perlu ada persiapan-persiapan, karena akan ada beberapa investor yang masuk. Kita harapkan dengan pendidikan, termasuk sertifikasi ketrampilan, akan lebih mampu mengurangi pengangguran di Jawa Tengah. Nanti akan kita masukkan ke lokasi industri di Jawa Tengah,” beber Nana. (*)
