Demikian Angka Kematian Bayi di Kutasari juga butuh perhatian lebih. Saat ini terdapat 8 kasus kematian bayi di tahun 2023 ini
“Saat ini ada program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (memantau ibu hamil). Jadi kalau ada ibu hamil tolong didampingi, jangan sampai kurang gizi nanti anaknya bisa stunting,” jelasnya.
Melalui program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng tersebut, kata Bupati Tiwi, apabila ada ibu hamil yang membutuhkan pertolongan yang cepat, ibu-ibu kader harus sigap melaporkan ke Puskesmas setempat.
“Agar penanganannya tidak terlambat sehingga tidak ada kematian ibu/bayi,” katanya.
BACA JUGA: Pj Bupati Temanggung Panen Melon Kualitas Premium di Bansari
Kepala Puskesmas Kutasari Suwarno menjelaskan penyebab kematian terbesar saat ini adalah stroke atau penyakit tidak menular akibat pola perilaku masyarakat yang tidak sehat.
Kemenkes meningkatkan upaya promotif dan preventif dan tidak mengesampingkan kesehatan.
“Makanya kami di sini ada fasilitas cek kesehatan gratis untuk bisa dimanfaatkan,” katanya.
BACA JUGA: KPU Purbalingga Tetapkan Lokasi Kampanye Pemilu 2024
Ia menyebut, kasus stunting di Kecamatan Kutasari terus ditekan semaksimal mungkin. Salah satunya dengan menggandeng 3 elemen yakni Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), CSR Bank jateng dan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK). (*)
